Rating : pikir sendiri dehh..
Cast : Cho Kyuhyun, Jung Minmi
Genre : Romance
Length : FICLET *jangan protes kalo pendek, namanya juga FICLET
Disclaimer : Semuanya milik saya, wkwkwk xD
Mau baca? silakan.. Habis baca? tinggalkan jejak.. Silent riders? Go away!!
SAY NO TO BASHING AND PLAGIARISM !
Aku terbangun dari tidurku dan meraba tempat disebelahku. Ia sudah bangun rupanya. Aku pun beranjak keluar dari kamar.
Ceklek..
“Saengil chukka.. saengil chukka…”
Suara letupan dari kembang api mainan terdengar mengiringi suaranya yang ceria. Aku terdiam tanpa ekspresi.
“Tiup lilinnya…” katanya lagi sambil menyodorkan sebuah kue yang bertuliskan 생일 축하, 조 규현 , lengkap dengan beberapa lilin kecil diatasnya.
Aku mencondongkan tubuhku akan meniup lilin tersebut, tapi ia menjauhkan kuenya. “Sowoneul marhaebwa..” ucapnya sambil tersenyum.
Tuhan, aku mohon, buatlah aku mencintai Jung Minmi, lebih menyanyangi istriku ini, dan bisa menenerimanya sepenuh hati.. batinku.
Aku meniup lilin tersebut, lalu berjalan ke arah kamar mandi tanpa menghiraukan yeoja yang ada didepanku. Aku yakin, raut wajahnya pasti terlihat kecewa karena aku tak meresponnya.
________
Aku bersusah payah membenahi dasiku karena memang diriku payah soal ini. Minmi tersenyum kecil sambil berjalan ke arahku.
“Serahkan padaku,” ujarnya sambil menyingkirkan tanganku yang masih memegang dasi itu. Ia mulai mengerjakannya dengan baik. Aku menatapnya dalam.
“Selesai..”
“Gomawo..” ucapku cepat lalu menyambar tas kerjaku dan menuju pintu.
“Kyu..” panggilnya ketika aku baru berjalan beberapa langkah.
“Ada apa?” tanyaku sambil berbalik.
“Kau tidak sarapan? Aku sudah membuat jjajangmyun kesukaanmu.”
“Aku bisa makan di kantor,” jawabku singkat kemudian berjalan keluar.
________
Author’s POV (insert) with Flashback
Jung Minmi dan Cho Kyuhyun menikah 3 bulan yang lalu. Meskipun begitu, mereka belum pernah menyatakan perasaannya. Kecuali saat kuliah dulu.
Saat itu, Minmi dan Kyuhyun sekolah di SMA yang sama. Kedekatan mereka terjalin, dan setelah itu mereka berpacaran. Sampai suatu ketika, saat mereka lulus, Kyuhyun mendadak kuliah di Amerika tanpa memberitahu Minmi. Gadis itu merasa Kyuhyun tak lagi menganggapnya sebagai yeojachingu nya. Dan akhirnya saat kuliah, ia menerima seorang namja yang menyatakan cinta padanya. Bukan, bukan karena ia juga mencintai namja itu, namun hanya untuk menghapus bayang-bayang seorang Cho Kyuhyun.
Dua tahun kemudian, saat semua sudah kembali normal. Minmi memutuskan pacarnya. Ia benar-benar belum bisa melupakan Kyuhyun.
Malam itu, ia berjalan pelan menyusuri lobby hotel dimana ayahnya dan rekan-rekan bisnisnya berkumpul untuk meresmikan kerja sama antar perusahaan. Ayahnya berkata bahwa ia akan dikenalkan pada putra keluarga sahabatnya. Awalnya ia ingin menolak, namun gadis itu tidak mau mengecewakan orang tuanya.
Matanya membulat ketika ia tahu bahwa namja yang sedang berdiri dihadapannya adalah sosok yang selama ini membuatnya hampir gila, Cho Kyuhyun. Kapan ia kembali? Kenapa tak pernah menghubungiku? Apa ia sudah tidak mencintaiku? Pertanyaan itu berputar-putar di otaknya sampai suatu hari, kedua keluarga itu mengadakan makan malam bersama untuk menanyakan apa mereka mau untuk menikah.
Guess what?
Mereka menerimanya.
End of Author’s POV
_______
Aku masih termenung memandang layar laptopku. Ini semua benar-benar membuatku frustasi. Aku mencintai Minmi, sungguh. Tapi aku benar-benar belum bisa menerima saat ia bercerita sesaat setelah kami menikah. Ia bilang bahwa ia pernah mempunyai seorang kekasih. Aku sangat marah, tentu. Aku bodoh, kuakui. Aku tak memberitahunya saat pergi ke Amerika. Tapi aku berharap, ia sabar menungguku. Aku telah berjanji pada diriku sendiri waktu berangkat ke Amerika, kalau aku akan segera menemuinya untuk mengajaknya bertunangan. Dan setelah sampai di Korea, aku kehilangan ponselku. Namun ternyata itu petunjuk, ayahku mengajak ke tempat dimana ia dan rekan kerjanya mengadakan kerja sama. Saat itulah aku bertemu lagi dengan seseorang yang benar-benar kurindukan, Jung Minmi.
Hatiku seperti meletup-letup saking senangnya, aku hampir saja melompat kegirangan. Namun entah kenapa, aku malah hanya berdiri terpaku menatapnya.
Dan malam itu, orang tuaku mengajakku ke sebuah restoran untuk membicarakan sesuatu. Pernikahan. Dengan Jung Minmi.
Jantungku rasanya berhenti berdetak. Dan setelah mereka mengatakan maksudnya, aku menerimanya begitu saja. Dan Minmi juga berkata sama.
Rasa kikuk menerjangku saat pernikahan kami selesai dilaksanakan. Dan..
Ia menceritakannya padaku. Aku marah. Entah kenapa, seharusnya ia yang marah karena aku pergi ke Amerika dan tidak memberitahunya, sehingga itu hak nya jika ia ingin mempunyai namjachingu lagi.
Waktu-waktu kami lalui seperti peluru yang menembus jantungku dan membuat lubang menganga disana. Benar-benar hening. Aku tak tahu. Aku selalu ingin memeluk Minmi, menikmati semuanya bersamanya. Tapi, sekali lagi, hatiku belum bisa menerima bahwa ia pernah mengabaikanku.
Tidak! Jangan seperti ini, Cho Kyuhyun! Dia istrimu, ia bahkan selalu menunggumu saat kau lembur kerja. Ia selalu memasak untukmu, tapi kau tak pernah mencicipinya. Dasar pabo! Apa yang kau lakukan, Kyuhyun bodoh?! Go home now, and apologize to your wife! Tell her that you really love her!!
Aku keluar dari kantor begitu saja dan memacu cepat mobilku menuju rumah.
______
Hari ini salju masih turun, membuat tubuhku semakin kedinginan. Aku takut jika ia menolak permintaan maafku. Oke, aku memang seorang pengecut.
Kuhentikan mobilku tepat di depan rumah dan segera turun. Kulihat pintu rumah itu baru saja tertutup. Apa ia dari luar? Pergi kemana? Tapi pertanyaan itu kulupakan dan segera masuk ke rumah.
Jantungku berdebar-debar. Rasanya seperti akan menembaknya waktu pertama kali di SMA itu. Aish, kali ini rasanya aku ingin lari saja. Aku benar-benar gugup.
Deg.. deg.. deg…
Baiklah, jantungku seperti mau meloncat keluar.
Kubuka pintu rumah ini pelan-pelan, lalu berjalan mencari istriku dengan langkah hati-hati. Sampai di ruang TV, aku melihatnya baru saja turun dari bangku. Daun mistletoe baru. Ia baru saja memasangnya.
“Astaga!” pekiknya ketika berbalik dan melihatku. Mungkin ia terkejut karena tiba-tiba aku berada di depannya.
“Kau sudah pulang?” tanyanya kemudian.
“Mmm.. ne,” jawabku gelagapan.
“Kenapa? Apa ada dokumen yang tertinggal? Aku akan mengambilkannya.”
“Tidak. Aku pulang cepat hari ini.”
“Memangnya ada apa?”
“A.. akk..aku..”
Aku semakin gugup. Ia terlihat keheranan karena menatapku. Akhirnya, aku keluarkan semua isi hatiku yang sepertinya ingin meledak.
“Jung Minmi..” panggilku seraya mendekat padanya. “Ah, ani.. Cho Minmi..”
Ia kaget mendengarku memanggilnya seperti itu.
Kupandang ia lekat-lekat. “Please forgive me. Tindakanku selama ini salah dan konyol. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu dan menyalahkanmu kalau kau pernah punya namjachingu lagi. Aku bodoh, benar-benar bodoh. Aku janji, aku akan menjadi orang yang lebih baik lagi. Kita mulai semuanya dari awal, otte?” ujarku panjang lebar. Ia bingung.
“Saranghaeyo..” ucapku lembut, lalu melangkah lebih dekat dengannya.
“Cho.. Kyu.. hyun..?” ia mendongak menatapku tak percaya.
“Apa aku perlu mengulangi kalimatku tadi?”
“Ng, aku hanya masih terkejut. Kau tiba-tiba berubah..”
“Jinja? Lalu, kenapa kau tak membalas kata-kataku tadi?”
“Ah, ne. Nado saranghaeyo..”
Aku tersenyum kecil, lalu memberanikan diri meraih tengkuknya dengan tangan kananku, dan memegang pipinya dengan tangan kiriku. Setelah itu, bibir kami pun bertaut.
Ia membulatkan matanya, aku benar-benar ingin tertawa. Ia tidak seperti dicium seseorang, tapi melihat monster, kkk~
“Strawberry..” bisikku di sela-sela ciuman kami. Bibirnya benar-benar rasa strawberry.
Cukup lama kami berdua dibawah mistletoe ini. Ia tak merespon ciumanku, tapi juga tidak menolaknya. #pengin nulis lebih detail, tapi… takut reader’nya berpikiran yang ‘iya-iya’ ._.
“Mmpphh..” ia mencoba melepaskan bibirnya dari bibirku. Sepertinya aku tidak memberinya kesempatan untuk menghirup oksigen. Perlahan kulepaskan ciuman kami dan tanganku tetap berada di pundaknya.
Ia menunduk, lalu menatapku dengan tatapan yang.. aish.. menggemaskan sekali. Mukanya memerah karena malu.
“Ja.. jadi kau.. sudah tidak marah padaku?” tanyanya kemudian.
“Mwo? Apa aku perlu menciummu lagi? Aku kan sudah bilang tadi..” jawabku sambil menunduk dan mendekatkan wajahku lagi.
Tapi ia menolak.
“Baiklah, aku percaya..” ucapnya.
“Jadi..” kataku. “Hadiah spesial untuk ulang tahunku?”
“Ah, ya. Aku hampir lupa. Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya,” ia mulai berbalik. Tapi dengan cepat kutahan pergelangan tangannya.
“Mwo? Kau tidak mau memberikan hadiah paling berhargamu padaku?” tanyaku pelan.
Ia menatapku bingung. “Maksudmu?”
“Hey, ayolah, Cho Minmi.. Kau tau apa maksudku,” godaku sambil tersenyum evil.
Ia terbelalak. “Ma.. maksudmu.. kau mau.. aku.. dan.. dirimu-?”
Ucapannya terpotong karena tiba-tiba aku menggendongnya menuju kamar. “Ne, kau mengerti, kan? Aku mau hadiah paling spesial di hari ulang tahunku, kkk~”
“Yak! Cho Kyuhyun!” teriaknya.
BLAM! Pintu pun tertutup dan dikunci.
>DON’T DISTURB<
-______________________________________________-
Haduduhh.. failed! - -‘
Ini FF abal-abal yang pernah aku buat. Bikinnya kilat. Niatnya pengen buat FF yg bagus buat si ephilKyu, tapi malah ancur. Nasib…nasib… -,-
Eh, mendekati NC ya? Kkkk~ #smirk#
Seharusnya yg baca itu 15 keatas, tapi.. halah, authornya aja masih dibawah 15 kok, hhahha #diinjek#
Yesungdah, komen aja ya, author males cuap2..
Pai pai ^^ salam mimut :*






0 komentar:
Posting Komentar
Give a comment please \(^o^)/